Pemberdayaan Ibu Balita melalui Edukasi Gizi Seimbang, Kesehatan Lingkungan, dan Demonstrasi Masak Di RW 07 Purwosari, Surakarta
Keywords:
balita; gizi seimbang; kesehatan lingkungan; demonstrasi masak; pemberdayaan masyarakat; Posyandu; SDGsAbstract
Masalah gizi balita tidak hanya berkaitan dengan kecukupan pangan, tetapi juga pengetahuan pengasuh,
praktik pemberian makan, perilaku higiene, dan kondisi lingkungan. Program pemberdayaan masyarakat
yang mengintegrasikan penyuluhan pentingnya gizi seimbang untuk balita, penyuluhan kesehatan
lingkungan, dan demonstrasi masak di RW 07 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Surakarta.
Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah, diskusi, demonstrasi,
dan keterlibatan kader Posyandu. Kegiatan kesehatan lingkungan dilaksanakan pada 28 Juli 2024,
sedangkan penyuluhan gizi dan demonstrasi masak pada 30 Juli 2024. Evaluasi dilakukan secara deskriptif
melalui jumlah peserta, respons selama penyuluhan, pertanyaan, keterlibatan dalam demonstrasi, dan
catatan kendala lapangan. Penyuluhan gizi diikuti 15 ibu balita, penyuluhan kesehatan lingkungan diikuti
60 warga RW 07, sedangkan demonstrasi masak diikuti 15 ibu balita. Produk yang diperagakan adalah
nugget kentang berbahan ayam, brokoli, wortel, dan kentang. Peserta menunjukkan respons positif melalui
perhatian, pertanyaan, dan keterlibatan sebagian ibu dalam praktik memasak. Kendala utama adalah
ketidaksesuaian jumlah dan waktu kehadiran peserta serta benturan agenda komunitas. Hasil ini
menunjukkan bahwa integrasi edukasi gizi, kesehatan lingkungan, dan praktik pengolahan pangan layak
digunakan sebagai pendekatan pemberdayaan berbasis Posyandu. Namun, karena kegiatan tidak
menggunakan pretest-posttest dan tidak mengukur perubahan antropometri, hasil tidak dapat ditafsirkan
sebagai bukti efektivitas terhadap pengetahuan atau status gizi.