Perbedaan Penggunaan LMA dengan ETT Terhadap Respon Nyeri Tenggorokan Pasien Pasca General Anestesi
Keywords:
ETT, LMA, NyeriAbstract
Latar Belakang : Intubasi endotracheal (ETT) yaitu memasukan pipa (tube) ke Dalam trakea melalui mulut atau nasal dibantu dengan laringoskop intubasi endotrakea ditinjau dari kemudahan laringoskop. LMA dianggap juga sebagai saluran nafas supraglotis lebih aman untuk anestesi umum dibandingkan dengan ETT yang berperan dalam kesulitan jalan napas dan ventilasi spontan. Komplikasi pasca operasi setelah ETT dan LMA yang sering terjadi adalah nyeri tenggorokan, Nyeri tenggorokan pasca operasi / post-operative sore throat (POST) merupakan salah satu komplikasi tindakan anestesi yang dapat mengurangi rasa nyaman setelah tindakan operasi. Tujuan Penelitian : Mengetahui perbandingan respon nyeri tenggorokan pada pasien pasca general anestesi ETT dan LMA. Desain Penelitian : peneliutian ini menggunakan Pre Ekperiemental dengan two grup posttest. Teknik dalam pengambilan sampel non probability sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan uji Mann-whitney. Hasil penelitian : Pada ekstubasi ETT atau LMA setelah dilakukan uji dengan menggunakan Shapiro Wilk di dapatkan nilai keduanga sama yaitu .000. dan berdistribusi tidak normal sehingga menggunakan Mann-Whitney didapakan nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar .000 dikaernakan p<0.05 maka H0 Diterima. Kesimpulan : Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemasangan LMA dengan ETT terhadap respon nyeri tenggorokan pasien pasca general anestesi.



