Hubungan Pendidikan Kesehatan Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Dzikir Terhadap Kualitas Tidur Remaja di SMA Negeri 2 Kota Serang Banten

Authors

  • Ratna Pelawati
  • Naia Suci Ramadhan Mahasiswa UIN Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.26576/profesi.v24i1.348

Keywords:

Teknik Relaksasi, Kualitas Tidur, Remaja

Abstract

Kualitas tidur yang baik merupakan salah satu aspek penting dalam kesehatan fisik maupun mental terutama bagi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Pendidikan kesehatan terkait teknik relaksasi pernapasan dalam dan dzikir dengan tingkat kualitas tidur pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre Eksperimental one group pretest-posttest. Sampel yang diambil sebanyak 164 menggunakan total sampling dari populasi kelas 11 yang mempunyai skor kualitas tidur buruk. Instrumen penelitian kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor kualitas tidur sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 67 remaja (40,9%) mempunyai skor kualitas tidur yang baik setelah diberikan intervensi dan terdapat perbedaan rata-rata skor kualitas tidur saat sebelum diberikan intervensi yaitu 8,71 dan berkurang menjadi 6,2 setelah diberikan intervensi. Analisa data menunjukkan nilai p = (<0.001) < (0.05) sehingga Ho ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata skor kualitas tidur saat sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan observasi secara ketat terkait kepatuhan responden dalam menerapkan teknik relaksasi tersebut dan dapat meneliti faktor-faktor lain yang berpotensi mempengaruhi kualitas tidur .

Kualitas tidur yang baik merupakan salah satu aspek penting bagi kesehatan fisik dan mental terutama bagi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Pendidikan Kesehatan terkait teknik relaksasi nafas dalam dan dzikir dengan tingkat kualitas tidur pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian Pre Experimental one group pretest-posttest design. Sampel yang diambil sebanyak 164 dengan menggunakan total sampling dari populasi kelas 11 yang memiliki skor kualitas tidur buruk. Instrumen penelitian kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 67 remaja (40,9%) memiliki skor kualitas tidur baik setelah intervensi dan terdapat perbedaan rata-rata skor kualitas tidur sebelum intervensi yaitu sebesar 8,71 dan menurun menjadi 6,2 setelah intervensi. Hasil analisis data menunjukkan nilai p = (<0,001) < (0,05) sehingga Ho ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata skor kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan melakukan pengamatan yang lebih teliti mengenai kepatuhan responden dalam melaksanakan teknik relaksasi dan meneliti faktor-faktor lain yang berpotensi mempengaruhi kualitas tidur.

Downloads

Published

2026-03-31