Transformasi Hasrat Makan Gen Z: Efektivitas Self Affirmation Dan Pendampingan ‘Sadar Gula, Garam, Lemak’ Dalam Mengendalikan Intensitas Food Craving
DOI:
https://doi.org/10.26576/profesi.v24i1.400Keywords:
Food Craving, Generasi Z, Gula, Garam, Lemak, Self Affirmation, WorkshopAbstract
Generasi Z di Indonesia menghadapi masalah kesehatan akibat pola makan tidak sehat, khususnya konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) berlebih yang sering dipicu oleh food craving terkait stres dan kurangnya kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi gabungan Self-Affirmation dan program pendampingan 'Sadar Gula, Garam, dan Lemak' dalam mengendalikan intensitas food craving pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan rancangan one-group pre-test post-test yang melibatkan 60 siswa kelas X di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Surakarta, dipilih melalui convenience sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk workshop edukatif, dan data intensitas food craving dikumpulkan menggunakan Food Craving Questionnaire-State (FCQ-S) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test (Median = 56,50; IQR = 51,25–66,50) dan post-test (Median = 45,00; IQR = 41,00–58,75) dengan nilai p = 0,000. Empat dari lima subskala menunjukkan penurunan bermakna (p < 0,05), kecuali aspek fisiologis (p > 0,05). Kesimpulannya, intervensi self-affirmation dan pendampingan sadar GGL efektif menurunkan intensitas food craving dari aspek kognitif dan psikologis, namun tidak berpengaruh terhadap rasa lapar fisiologis alami.



